Panduan Bermain Sensori untuk Anak: Manfaat, Ide Kegiatan, dan Cara Membuatnya di Rumah

Panduan Bermain Sensori untuk Anak: Manfaat, Ide Kegiatan, dan Cara Membuatnya di Rumah


Bermain sensori (sensory play) adalah kegiatan yang melibatkan pancaindra anak seperti sentuhan, suara, penglihatan, penciuman, dan terkadang rasa. Jenis permainan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga penting untuk perkembangan otak anak. Sensory play membantu anak memahami dunia melalui eksplorasi langsung.


Mama tidak membutuhkan peralatan mahal. Banyak aktivitas sensori bisa dibuat dari bahan sederhana yang ada di rumah. Di artikel ini, Mama akan belajar manfaat bermain sensori, ide kegiatannya, serta cara membuat alat sensori sendiri.


---


# **Apa Itu Bermain Sensori?**


Bermain sensori adalah aktivitas yang merangsang:


* indra peraba (sentuhan),

* indra penglihatan,

* indra pendengaran,

* indra penciuman,

* indra rasa (opsional & aman),

* serta *proprioception* dan *vestibular* (keseimbangan dan gerak tubuh).


Kegiatan ini memberi pengalaman eksploratif yang sangat kaya bagi anak usia dini.


---


# **Manfaat Bermain Sensori untuk Perkembangan Anak**


## **1. Mengembangkan Motorik Halus & Kasar**


Mengaduk, meremas, menuang, atau meraih benda memperkuat koordinasi tangan dan tubuh.


## **2. Meningkatkan Konsentrasi**


Anak dapat fokus lebih lama ketika menyentuh tekstur baru atau melakukan aktivitas berulang.


## **3. Mendorong Kreativitas & Imajinasi**


Bahan sensori mendorong eksplorasi bebas tanpa aturan kaku.


## **4. Mendukung Perkembangan Bahasa**


Ketika menjelaskan tekstur (“licin”, “kasar”, “lengket”), anak belajar kosakata baru.


## **5. Meningkatkan Regulasi Emosi**


Aktivitas seperti meremas slime atau bermain pasir dapat memberikan efek menenangkan.


## **6. Memperkuat Pemahaman Ilmiah Dasar**


Anak belajar konsep fisika dan sains sederhana seperti mengisi, menuang, mencampur, dan menghitung.


---


# **Jenis-jenis Aktivitas Sensori (Dengan Ide Praktis)**


## **1. Sensori Kering**


Bahan: beras, pasta mentah, kacang-kacangan, pasir, garam.

Ide aktivitas:


* bermain “menyendok dan menuang”,

* mencari mainan kecil,

* menciptakan dunia mini (peternakan, kota kecil).


---


## **2. Sensori Basah**


Bahan: air, busa sabun, es batu, air berwarna.

Ide aktivitas:


* memancing mainan menggunakan jaring kecil,

* memindahkan air dengan spons,

* membuat pelangi dari air berwarna.


---


## **3. Sensori Lembut / Tekstur**


Bahan: slime, playdough, jelly, agar-agar.

Ide aktivitas:


* membuat bentuk binatang,

* memotong playdough dengan pisau plastik,

* mencampur warna.


---


## **4. Sensori Alam**


Bahan: daun, batu, bunga, tanah, pasir, ranting.

Ide aktivitas:


* membuat karya kolase alam,

* mencari daun berdasarkan ukuran,

* membuat “sup alam” imajinatif.


---


## **5. Sensori Bau (Olfactory Play)**


Bahan: bubuk kayu manis, lemon, daun mint, lavender kering.

Ide aktivitas:


* membedakan aroma,

* membuat botol harian “bau-bauan”,

* mengenali bau dari makanan.


---


## **6. Sensori Gerak & Keseimbangan**


Ide aktivitas:


* berjalan di jalur dari selotip warna,

* melompat dari titik ke titik,

* menyeimbangkan benda di kepala,

* bermain ayunan atau trampolin kecil.


---


# **Cara Membuat Kotak Sensori di Rumah**


## **Bahan yang Dibutuhkan:**


* wadah besar atau baskom,

* bahan sensori (kering atau basah),

* sendok kecil, cangkir, corong, atau mainan pendukung.


## **Langkah-langkah:**


1. Pilih tema: pantai, dapur, kebun, laut, warna tertentu.

2. Masukkan bahan sensori ke wadah.

3. Tambahkan alat bermain (sendok, gelas, mainan kecil).

4. Siapkan alas atau koran untuk memudahkan bersih-bersih.

5. Dampingi anak, terutama jika menggunakan benda kecil.


## **Tema Kotak Sensori Favorit Anak:**


* *Ocean sensory bin* (air biru + mainan ikan),

* *Rainbow rice* (beras warna-warni),

* *Dino dig* (pasir + dinosaurus kecil),

* *Farm bin* (kacang-kacangan + hewan ternak kecil).


---


# **Tips Keamanan Bermain Sensori**


* Selalu dampingi anak usia di bawah 3 tahun.

* Hindari benda kecil untuk anak yang masih suka memasukkan benda ke mulut.

* Gunakan bahan aman dan mudah dibersihkan.

* Batasi waktu bermain jika bahan mulai kotor.

* Ajarkan anak mencuci tangan setelah bermain.


---


# **Kapan Anak Bisa Mulai Bermain Sensori?**


Sejak bayi!

Untuk bayi 6 bulan ke atas: gunakan bahan besar & aman seperti spons, kain bertekstur, atau air dalam kantong sensori tertutup.

Untuk toddler dan balita: bisa mulai eksplorasi lebih banyak seperti beras, pasta mentah, pasir, dan slime aman.


---


# **Penutup**


Bermain sensori adalah aktivitas sederhana yang kaya manfaat untuk perkembangan anak. Dengan bahan-bahan rumah tangga yang mudah ditemukan, Mama bisa membantu anak belajar, bereksplorasi, dan menenangkan diri melalui permainan yang menyenangkan.


PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI

PT SURABAYA SOLUSI INTEGRASI - JUAL BLOG BERKUALITAS UNTUK KEPERLUAN PENDAFTARAN ADSENSE

Post a Comment

Previous Post Next Post